Selasa, 17 Agustus 2010

KAMMI Makassar Buka Puasa bersama 500 Anak Jalanan



Social Service Centre (SSC) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Makassar, Selasa /17/8 melaksanakan buka puasa bersama sekitar 500 anak jalanan di Fly Over. Kegiatan yang di sponsori oleh Pos Keadilan Peduli Umat dan Rumah Zakat ini merupakan rangakaian kegiatan Ramadhan sekaligus peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 tahun. Buka puasa bersama ini diawali dengan aksi damai berupa pembagian souvenir Merah Putih kepada pengguna jalan yang melintas di Fly Over. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan games kepada para anak jalanan untuk memicu motivasi dan kepercayadirian mereka. Sebelumnya, pada pagi hari para kader KAMMI dan anak jalanan tersebut juga melkasanakan upacara pengibaran bendera ditempat yang sama. SSC KAMMI Makassar merupakan sebuah lembaga semi otonom yang bergerak dibidang social dan concern membina anak-anak dari kalangan tidak mampu. Saat ini, SSC KAMMI memiliki desa binaan yaitu di Kera-Kera Kecamatan Tamalanrea. “Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk panggilan moral kepada sesama anak bangsa. Bahwa di tahun ke 65 kemerdekaan Indonesia ini, ternyata masih banyak lapisan masyarakat yang belum beruntung dan sama sekali tidak menikmati kemerdekaan yang dikooptasi oleh elit negeri ini. Mereka hanya sibuk dengan urusan kekuasaan dan lupa pada masyarakatnya. Maka bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Kemerdekaan ini, kita ingin menumbuhkan dan berbagi kepekaan social kepada sesama.” Ungkap Jusman Dalle yang juga Humas KAMMI Daerah Makassar.

Selasa, 03 Agustus 2010

KAMMI Makassar Konsisten Kawal Politisi Indonesia

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Makassar menggelar peringatan Milad 12 KAMMI dengan tema refleksi 12 tahun gerakan KAMMI menuju Indonesia baru.


Ketua KAMMI Makassar Jihad Harun Senin (29/3/2010) mengatakan, di Milad ke-12 ini KAMMI akan terus mengawal politisi Indonesia agar tidak mengingkari janjinya saat kampanye.

"Sampai hari ini kami masih terus mengawal kasus skandal Century," kata Jihad. Ia menambahkan, KAMMI akan selalu berupaya melindungi masyarakat karena hal itu sudah menjadi tugas mahasiswa.

Peringatan Milad ke-12 KAMMI digelar Minggu-Senin (28-29/3/2010) di Desa Kera-kera dan di aula Diknas Provinsi Sulsel.

KAMMI adalah organisasi ekstra kampus yang menghimpun mahasiswa muslim secara lintas sektoral, suku, ras dan golongan. KAMMI menghimpun segenap mahasiswa muslim Indonesia yang bersedia bekerjasama membangun negara dan bangsa Indonesia.(*)
Sumber:http://www.tribun-timur.com

KAMMI Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) Meluncurkan 11 Kriteria Caleg Yang Patut Dipilih

MAKASSAR | SURYA Online - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meluncurkan sebelas kriteria caleg yang patut dipilih dalam pemilu legislatif, Kamis (9/4) besok.
“Kami berharap kriteria-kriteria ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat sebelum menetapkan caleg yang akan dipilihnya dan menuju TPS,” kata Humas KAMMI Daerah Makassar, Yusman Dalle, usai diskusi politik yang dihadiri pengamat politik Sulsel, Dr Fuad Rumi di Makassar, Rabu (8/4).
Sebelas kriteria tersebut adalah, muda cerdas berkompeten, komitmen terhadap perubahan, mendukung kemandirian lokal, peduli terhadap pendidikan, peduli lingkungan, tidak dicurigai terlibat kasus korupsi serta tidak terlibat skandal perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga,
Selain itu, tidak menjadi kaki tangan orde baru, tidak terlibat kasus pornografi pornoaksi dan judi, tidak menjadi antek asing, serta bermoral dan amanah.
Yusman juga menjelaskan, kriteria tersebut disosialisasikan dalam suatu rangkaian aksi yang dimulai sejak 31 Maret hingga 8 April, agar masyarakat tidak salah dalam memilih wakilnya.
“Kami berharap ini menjadi referensi masyarakat sehingga tidak golput dengan tetap melaksanakan haknya namun tidak memilih politisi busuk,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat politik Dr Fuad Rumi mengatakan, yang perlu mendapat pendidikan politik pertama kali adalah, para politisi baru setelah itu difokuskan ke masyarakat.
Ia menjelaskan, politisi memiliki daya tarik bagi masyarakat, sehingga jika politisi tak bermoral maka masyarakat ikut menjadi tak bermoral.
Dalam pemilu ini, tambah Fuad, masyarakat seharusnya memilih caleg dengan melihat partainya sebab proses kaderisasi ada di partai.
“Selama ini masyarakat kita melihat calegnya, padahal kita bisa menilai caleg dari kaderisasi partai. Jika kaderisasi baik calegnya baik, kaderisasi buruk, calegnya juga buruk,” ujarnya.
Di akhir diskusi, akademisi Universitas Islam negeri (UIN) Alauddin Makassar itu mengatakan, politisi maupun pemilih di Indonesia memiliki karakteristik khusus.
“Baik politisi dan pemilih kita karakteristiknya seperti platus. Ada yang terdengar tapi tak tercium, ada yang terdengar dan tercium, ada juga yang tidak terdengar tapi tercium,” ujarnya.
Fuad mengkhawatirkan, situasi itu bisa memperparah kondisi politik bangsa yang seperti berada di tempat sampah, sehingga menyebabkan kita tidak peka membedakan mana yang baik dan buruk. ant
sumber: http://www.surya.co.id

Minggu, 06 Juni 2010

Training Kehumasan II KAMMI Daerah Makassar

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Makassar, Berencana menyelenggarakan Training Kehumasan (TK) II untuk KAMMI yang berada di Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur. Hal Ini Diungkapkan Koordinator Humas KAMMI Daerah Makassar Jusman Dalle Ahad/6/6 di Makassar. TK II akan dilaksanakan pada tanggal 26-28/6/2010 di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Antang-Makassar dengan Tema "Image Building For Profesional Organization". Edo Segara, Humas KAMMI Pusat dan penulis buku Humas Gerakan rencananya akan menjadi pemateri dalam kegiatan ini.
BERSAMBUNG

Senin, 22 Maret 2010

PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT : Polisi Brutal dan Anarkis, Nodai Demokrasi !

Mengecam keras kebrutalan pihak kepolisian dalam menangani Demonstran!
Kapolri harus bertanggungjawab terhadap kekerasan pihak kepolisian!

Dengan ini Pimpinan KAMMI Pusat ingin menyampaikan ungkapan kekecewaan terhadap
aparat kepolisian yang sangat brutal dan tidak bertanggung jawab terhadap massa
aksi KAMMI. Berikut kami sampaikan kronologinya:

Massa KAMMI ada di depan gerbang DPR RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta, sejak
pukul 10.00 WIB, melakukan aksi dengan damai. Orasi dan yel-yel, disela dengan
shalat dan istirahat. Pukul 16.45, massa KAMMI tetap tenang, duduk berjongkok
ada di tengah massa dari elemen lain. Posisi massa masih di depan gerbang, di
belakang kawat berduri. Tiba-tiba dari arah depan pintu gerbang sisi kiri,
barisan polisi merangsek maju menyerang massa. Ada lemparan batu dari arah
polisi, diserta tembakan peluru karet.

Massa aksi selain KAMMI berhamburan lari ke arah barat pintu gerbang. Massa
KAMMI dikomando untuk tetap ada di tempat—karena KAMMI merasa tidak melakukan
provokasi. "KAMMI tetap di tempat dan tidak akan melawan." Tapi, karena tetap di
tempat, massa KAMMI yang santun, mendapat provokasi. Polisi makin brutal dan
anarkis, mereka memukuli demonstran KAMMI. Bukan hanya memukuli, polisi juga
menembakkan peluru karet untuk menghalau massa.

Akibat tindakan brutal polisi itu, empat massa dari KAMMI mendapat luka berdarah
yang parah. Mereka adalah Hilman dari KAMMI Sumedang, Mukhtar dari KAMMI UNJ,
Ari dari sumedang dan Mulki dari KAMMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Mereka
berdarah di bagian hidung dan kepala. Termasuk satu orang terkena peluru karet,
yaitu Agung Andri, Ketua Pengurus KAMMI Pusat bidang Media dan Kajian Strategis.
Akibat peluru karet, mata kanannya tidak bisa melihat dan kacamata pecah.

Massa kammi berangsur mundur ke arah masjid TVRI. Saat ini massa berkumpul di
sana menunaikan sholat. Beberapa yang terluka diantar ke rumah sakit. Saat ini
korban anarkisme oknum kepolisian tersebut sedang dirawat di RS Aini Kuningan,
Jakarta.

Maka dari itu, kami dari Pengurus Pusat KAMMI menyatakan sikap:

1.Mengecam keras tindakan brutal dengan menggunakan kekerasan yang ditunjukkan
oleh aparat kepolisian dalam mengawal demonstran.

2.Menuntut seluruh aparat kepolisian untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam
mengayomi dan melindungi hak-hak rakyat di seluruh Indonesia.

3.Mendesak Kapolri dan jajaran pejabat kepolisian lainnya untuk bertanggung
jawab terhadap tindakan-tindakan kekerasan yang ditunjukkan oleh aparatnya
kepada Mahasiswa.

4.Kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa untuk bersatu, demi menegakkan
kebenaran dan keadilan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.


Jakarta, 03 Maret 2010
ttd,


Rijalul Imam, S.Hum, M.Si.
Ketua Umum KAMMI Pusat