Tampilkan postingan dengan label PUISI DARI KAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI DARI KAMI. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2010

"PEMUDA HARAPAN"

“PEMUDA HARAPAN”

Oleh: firosyah al jannah*

Detik berlalu menyapu hari sendu
Muram mematung wajah lesu
Menaruh seciduk racun pada cawan Sang Ratu

Bunuh terbunuh
Budaya setan merayu
Pegang pusaka atau bergelimang darah kutu-kutu busuk

Pekik kuasa menggunung
Memakan rasa ke relung-relung
Akan hak si busung lapar
Akan hak anak-anak terlantar
Akan hak jiwa-jiwa yang terkapar

Di mana oh di mana?
Dia berdiri teguh membawa suluh
Sejuk gemericiknya di padang gersang
Menebas peluh yang bersarang dalam sangkar pengkhianatan
Menerkam duka kezoliman dengan kapak keadilan

Dia!
Bukan titisan dewa-dewi
Bukan titisan langit dan bumi
Dia titisan Ilahi
Mengalir sejuk dalam hati-hati perindu surgawi

Di mana oh di mana?
Dia musuh para durhaka
Penumbang segala belantara
Dia bagai pelita di tengah gulita sahara
Pencinta cita akhir nan mulia

Adalah dia…
Pemuda harapan!

*Penulis adalah Mahasiswi FT Pengembangan Wilayah dan Kota Angkatan 2006 Unhas
Anggota Humas KAMMDA Makassar

"LELAKI PECINTA MALAM"

LELAKI PECINTA MALAM

Oleh: firosyah al jannah*

(Lelaki Pecinta Malam 1)

Malam menguak tabir masa lalu

Mengintip kisah yang telah terkubur lama di dasar puing rasa yang masih tersisa

Apa kau tahu bahwa aku masih saja meringis merasakan jiwamu yang kian surut?

Lelaki pecinta malam

Masihkah luka bermalam dalam pekatnya jiwamu?

Masihkah puing-puing rasa itu kau simpan di sudut ruang hatimu?

Berpeluh pilu melumat dirimu yang semakin rapuh

Kau mengeluh pada rembulan yang hampir penuh

Lelaki pecinta malam

Kau selalu memilih berteman dengan malam bergumpal awan hitam

Luka, lara, duka kau sambut dengan tangan terbuka

Lelaki pecinta malam

Biarkan rasa melayang ke alam nestapa

Hampa tak berasa

Menjadi hati yang mati rasa


(Lelaki Pecinta Malam 2)

Di sudut ruang berbeda

Dia datang ke dalam ribaanmu, ke dalam dingin, dan heningmu

Mengetuk malam tersedu membisu

Tiada tabir yang memisahkan cintanya

Tiada rasa yang tak berbalas untuknya

Lelaki pecinta malam

Berkawan dengan malam-malam kemuliaan

Bersimpuh dalam sujud panjang pada Pemilik Alam Semesta

Akan puing-puing dosa yang bergelimang

Akan maksiat yang menggunung

Akan air mata yang mengalir membahasi relung

Akan diri yang hilang arah tujuan

Akan jiwa yang haus akan ampunan

Lelaki pecinta malam

Dia adalah ruh yang murni bersih yang selalu sadar kepada Allah kembali

Biarkan rasa melayang menangkap kalam-kalam Ilahi

September- 1 November 2010

*Penulis adalah Mahasiswi Pengembangan Wilayah dan Kota Unhas Angkatan 2006

Anggota Humas KAMMDA Makassar